Jumat, 25 September 2015

Terjebak dan Macet





Masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati diri. Masa untuk menunjukkan ekstensi diri mereka dan identitas diri mereka.

‘Who am I ?’ Siapakah aku ???? Dimanakah aku ??? Dan mau kemana aku ??... Pertanyaan ini sangatlah klasik tapi menjadi sangat berarti dan bermakna bagi remaja yang mampu berfikir . Kadang – kadang semua hal keluar dari jangkuanku, tak peduli seberapa luas aku berfikir dan seberapa keras aku mencoba. Terkadang aku merasa di dalam suatu keterpurukan hingga aku harus berusaha bertahan untuk meraih kebahagiaan. Tapi dalam posisi tersebut nampaknya semua telah pergi meskipun aku terjatuh.
Semua orang memanggilku untuk terus bangkit dan berhasil menemukan identitas diriku dan berhasil menjawab pertanyaan ‘ Siapakah aku sebenarnya dan apakah yang kucari disini????’. Ketika semua pergi meninggalkan aku dibelakang, menertawakan keadaanku dan mencela kondisiku. Pernah terbesit dalam pikiranku bahwa aku tidak sedikitpun cocok berada disini. Tapi aku harus terus berjalan untuk menemukan identitas diriku.

Dulu pernah  aku nonton video tentang sebuah pencarian jati diri. Dalam video tersebut tedapat kisah seseorang yang belum mengetahui  siapakah dirinya sebenarnya. Dia kerap mencoba melakukan sesuatu hal baru yang dilakukan orang lain dan belum pernah dicobanya. Tapi dia selalu gagal dan terjatuh. Kemudian dia melakukan sesuatu yang bisa merubah dirinya menjadi orang lain, akhirnya dia tetap gagal. Hingga dia menyadari tak perlu melakukan suatu hal untuk menjadi orang lain, tapi dirinya adalah dirinya sendiri dan dirinya bukanlah orang lain. Seperti halnya aku, saat aku ingin mencoba untuk menjadi orang lain, lama kelamaan mesti gagal. Karena seharusnya aku dapat menjadi diriku sendiri dan tidak akan pernah menjadi orang lain. Aku adalah aku dan aku bukanlah orang lain!!!..

Berulang kali orang tersebut terjebak dalam suatu wilayah baru, ia tetap mencoba tetapi hasilnya 0 dan masih gagal. Tetapi seiring berjalannya waktu akhirnya orang tersebut berhasil dan telah menemukan siapa dirinya sebenarnya. Satu pelajaran yang  kudapat yaitu meski pahit yang dilalui orang tersebut, dia tetap mencoba hingga pengalaman menunjukkan identitas dirinya yang sebenarnya. Video tersebut membuatku tak habis pikir betapa teguhnya hati orang tersebut untuk mencari jati dirinya. Pernah aku terjebak dalam suatu keadaan yang membuat diriku ragu dan terombang-ambingkan suasana. Haruskah aku bertahan pada keadaan tersebut ???? Ataukah aku harus menjadi orang lain untuk lari dari keadaan tersebut ??? Bagiku bertahan pada keadaan yang sedemikian rupa itu tak mudah. Seberapa lama waktu diperlukan untuk berhasil melaluinya, itu adalah hal tersulit. Hingga muncul pertanyaan besar : “Apakah aku terjebak dan pikiranku menjadi macet ?? Lalu siapakah aku ?? Apa aku harus berlari ataukah memang harus bertahan ??”.. Pertanyaan yang begitu sulit untuk terjawab dengan tepat dan membuat  kita menjadi labil. Terkadang pertanyaan tersebut menyatakan bahwa aku terjebak dan membuat pikiranku  macet ataupun menjadi berhenti berfikir.

Hingga, saat ini aku masih belum bisa memahami dan menjawab pertanyaan seseorang : “Apakah yang akan kamu lakukan jika apa yang kamu cari tidak mampu kamu dapatkan disini ???”.. Pertanyaan horor yang membuatku terus berfikir belakangan ini. Terkadang aku merasa ini sudah direncanakan atau pula aku merasa salah jalan dan merasa sebagian dari fikiranku menjadi begitu aneh. Hal tersebut adalah pikiran burukku saat aku merasa terjebak dan macet dalam keadaan yang asing. Aku akan terus mencari apa yang aku dapatkan dari keadaan tersebut dan apa yang harus aku lakukan, jika keadaan tersebut bukan yang terbaik untukku. Tapi aku yakin suatu saat akan mendapatkan yang terbaik untukku dan hanya ingin tidak memaksakan diri  saja.

Jangan pernah membiarkan pikiran menjadi macet disaat posisi terjebak dalam keadaan yang asing. Karena setiap orang memiliki keputusan, tujuan dan komitmen sendiri-sendiri. Dan disetiap kegagalan yang dialami adalah pengalaman yang berharga. Jadi, kita tahu jalan mana yang harus kita tempuh. Kalau salah jalan pasti cepat-cepat akan belok arah. Sebenarnya tidak ada kata “TERJEBAK” dalam perjalanan, yang ada adalah bertemu dengan hal yang baru. Maka, tidak ada istilah “MACET” karena waktu terus berjalan.    

0 komentar:

Posting Komentar