Masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati diri. Masa untuk menunjukkan ekstensi diri mereka dan identitas diri mereka.
‘Who am I ?’ Siapakah aku ???? Dimanakah aku ??? Dan mau
kemana aku ??... Pertanyaan ini sangatlah klasik tapi menjadi sangat berarti dan bermakna bagi remaja yang mampu
berfikir
. Kadang – kadang semua hal keluar dari jangkuanku, tak peduli seberapa luas
aku berfikir dan seberapa keras aku mencoba. Terkadang aku merasa di dalam
suatu keterpurukan hingga aku harus berusaha bertahan untuk meraih kebahagiaan.
Tapi dalam
posisi tersebut nampaknya semua telah pergi meskipun aku terjatuh.
Semua orang memanggilku untuk terus bangkit dan berhasil
menemukan identitas diriku dan berhasil menjawab pertanyaan ‘ Siapakah aku
sebenarnya dan apakah yang kucari disini????’. Ketika semua pergi meninggalkan
aku dibelakang, menertawakan keadaanku dan mencela kondisiku. Pernah terbesit
dalam pikiranku bahwa aku tidak sedikitpun cocok berada disini. Tapi aku harus terus berjalan
untuk menemukan identitas diriku.
Dulu pernah aku nonton
video tentang sebuah pencarian jati diri. Dalam video tersebut tedapat kisah
seseorang yang belum mengetahui siapakah
dirinya sebenarnya. Dia kerap mencoba melakukan sesuatu hal baru yang dilakukan
orang lain dan belum pernah dicobanya. Tapi dia selalu gagal dan terjatuh.
Kemudian dia melakukan sesuatu yang bisa merubah dirinya menjadi orang lain, akhirnya dia
tetap gagal. Hingga dia menyadari tak perlu melakukan suatu hal untuk menjadi orang lain, tapi dirinya adalah dirinya sendiri dan dirinya
bukanlah orang lain. Seperti halnya aku, saat aku ingin mencoba untuk menjadi
orang lain, lama kelamaan mesti gagal. Karena seharusnya aku dapat menjadi
diriku sendiri dan tidak akan pernah menjadi orang lain. Aku adalah aku dan aku
bukanlah orang
lain!!!..
Berulang kali orang tersebut terjebak dalam suatu wilayah
baru, ia tetap mencoba tetapi hasilnya 0 dan masih gagal. Tetapi seiring
berjalannya waktu akhirnya orang tersebut berhasil dan telah menemukan siapa dirinya sebenarnya. Satu
pelajaran yang kudapat yaitu meski pahit
yang dilalui orang tersebut, dia tetap mencoba hingga pengalaman menunjukkan
identitas dirinya yang sebenarnya. Video tersebut membuatku tak habis pikir
betapa teguhnya hati orang tersebut untuk mencari jati dirinya. Pernah aku
terjebak dalam suatu keadaan yang membuat diriku ragu dan terombang-ambingkan
suasana. Haruskah aku bertahan pada keadaan tersebut ???? Ataukah aku harus
menjadi orang lain untuk lari dari keadaan tersebut ??? Bagiku bertahan pada
keadaan yang sedemikian rupa itu tak mudah. Seberapa lama waktu diperlukan
untuk berhasil melaluinya, itu adalah hal tersulit. Hingga muncul pertanyaan besar : “Apakah aku terjebak dan pikiranku
menjadi macet ?? Lalu siapakah aku ?? Apa aku harus berlari ataukah memang
harus bertahan ??”..
Pertanyaan yang begitu sulit untuk terjawab dengan tepat dan membuat kita menjadi labil. Terkadang pertanyaan
tersebut menyatakan bahwa aku terjebak dan membuat pikiranku macet ataupun menjadi berhenti berfikir.
Hingga, saat ini aku masih belum
bisa memahami dan menjawab pertanyaan seseorang : “Apakah yang akan kamu
lakukan jika apa yang kamu cari tidak mampu kamu dapatkan disini ???”..
Pertanyaan horor yang membuatku terus berfikir belakangan ini. Terkadang aku merasa
ini sudah direncanakan atau pula aku merasa salah jalan dan merasa sebagian
dari fikiranku menjadi begitu aneh. Hal tersebut adalah pikiran burukku saat
aku merasa terjebak dan macet dalam keadaan yang asing. Aku akan terus mencari
apa yang aku dapatkan dari keadaan tersebut dan apa yang harus aku lakukan,
jika keadaan tersebut bukan yang terbaik untukku. Tapi aku yakin suatu saat
akan mendapatkan yang terbaik untukku dan hanya ingin tidak memaksakan
diri saja.
Jangan pernah membiarkan pikiran
menjadi macet disaat posisi terjebak dalam keadaan yang asing. Karena setiap
orang memiliki keputusan, tujuan dan komitmen sendiri-sendiri. Dan disetiap
kegagalan yang dialami adalah pengalaman yang berharga. Jadi, kita tahu jalan
mana yang harus kita tempuh. Kalau salah jalan pasti cepat-cepat akan belok
arah. Sebenarnya tidak ada kata “TERJEBAK” dalam perjalanan, yang ada adalah
bertemu dengan hal yang baru. Maka, tidak ada istilah “MACET” karena waktu
terus berjalan.


0 komentar:
Posting Komentar