Minggu, 04 Oktober 2015

DIA

Awalnya hanya biasa, mengenalnya saja tidak. Aku baru melihatnya di kelas tahun ajaran baru ini. Namanya saja aku tak tahu. Dia sangat asing di mataku. Saat itu dirinya tidak menarik di mataku. Aku melihatnya biasa saja.

Sabtu, 03 Oktober 2015

SUATU PROSES



Masa SMA adalah masa terindah dan menyenangkan. Semua orang menuturkan hal yang sama, baik yang sudah melewatinya maupun yang belum merasakannya. Hal ini cukup menjadi perbandingan yang luar biasa bagi kehidupan Marlin. Ia menolak adanya cerita indah dan menyenangkan yang akan ia rasakan di masa SMA-nya sekarang. Ini adalah awal baginya untuk belajar.
“Ya Tuhan, apa rencanaMu dalam kehidupanku? Aku tak mengenal sekolah ini. Kenapa Engkau membiarkanku melewati semua ini?”

Rabu, 30 September 2015

SUKA DUKA HTS




CINTA…??? Ah rasanya aku ingin tidur, tak semudah itu orang menerjemahkan.  Cinta memang dianggap hal yang paling rumit dalam menjalin hubungan yang bisa normal. Namun, cinta memiliki tantangan yang cukup extreme untuk melukis cerita yang indah. Cinta bukan aku, cinta bukan kamu, cinta bukan apa atau siapa, tapi cinta adalah tentang semuanya. Cinta itu,,,, ah sudahlah! Aku tak banyak mengerti tentang cinta, yang terpenting cinta menjadi menjadi sekat tipis yang memisahkan tawa dan tangis.

Senin, 28 September 2015

Sebatas Kagum



Kagum…. Mengagumi.. jika memahami istilah kagum, aku termasuk orang yang mudah mengagumi. Apapun yang aku sukai, termasuk mengagumi seseorang. Jika dikaji lebih jauh, apa sih enaknya mengagumi ??? 

Minggu, 27 September 2015

TEGUKAN CAPPUCINNO

Hujan turun deras saat aku baru saja menyalakan komputer. Kamar yang awalnya riuh dengan suara hujan kini bertambah ramai dengan suara musik dari speaker komputer. Perpaduan suara rinai hujan dan musik membuatku merasa nyaman. Ditambah dengan secangkir cappucinno, membuat sore hari ini makin bersinar. Hmm, social network akhir-akhir ini membuatku kecanduan komputer. Belum lagi kesukaanku melihat koleksi foto teman-teman. Terutama foto Nanda.

Memori dan Melodi



“Cause I’m broken. When I’m lonesome. And I don’t feel right when you’re gone. You’ve gone away. You don’t feel me. Anymore” Alunan lagu Broken selesai dibawakan oleh duet Keysha dan Fendy secara akustik. Tepuk tangan pengunjung memenuhi ruangan Jasmine Cafe and Resto. Fendy tersenyum puas sambil menggenggam gitar dan memandang gembira pada Keysha.

Desiran Ombak Senja




Menggulung-gulungnya ombak melukiskan pasang surutnya kehidupan. Menepis menjauhi pantai ketika dia datang perlahan menuju imajinasi. Butiran pasir setiap saat dapat berubah menghantui pejalan kaki. Karamnya sampan tersebut ia perhatikan, hancur runtuh dan tak dapat dibenahi kembali. Partikel zat cair menghujani tumpukan ikan-ikan asin yang terjemur sore lalu. Ketika merendamnya dengan air garam, sehari-semalam menunggu rasa asin itu muncul supaya kucing garong tetangga sebelah tak bisa mencuri pandang. Wanita tegar mudah ditemui para turis domestik. Namun Keindahan alamlah yang menjadi inspirasi bagi penikmatnya. Air laut warna biru adalah penghujung masa setelah mereka berada di pantai bilik cakrawala.

TERJEBAK FRIENDZONE


Aku sering lupa, bahkan pernah lupa. Untungnya ada kamu yang mengingatkan bahwa kita pernah adu jempol bersama. Setidaknya kita dulu pernah sedekat nadi. Dimana cinta yang datang kareunna terbiasa ketika awalnya hanya sebatas teman. Entah teman sekelas, teman nongkrong, teman hangout, teman curhat atau bahkan teman hidup. Ahaaaiii,,, ternyata teman menapaki pcak yang lebih klimaks, karena dari komunikasi intensif yang tejadi setiap hari setiap waktu membuatku tak sadar bahwa pertemanan ini mengarah pada perasaan nyaman. Dan rasa nyaman itu muncul dari obrolan ngaco yang semakkin larut semakin seru. Nah lama-kelamaan dan terbiasa berduaan yang namanya persaan udah gak bisa dipungkiri lagi.

Jumat, 25 September 2015

WAJAH BULEKU




“He Bule! Ati-ati dong bawa motor!”
Aku mendengus. Entah untuk yang berapa ratus kalinya, aku dipanggil “bule” oleh orang-orang sekitar. Tetangga, teman sekolah, orang yang baru kenal dan sekarang, orang tengil yang lagi nyetir ini.
“Bu, kenapa sih wajahku kayak gini? Gak seperti A Yudi atau Dik Santi?” tanyaku menyebut kakak dan adik kandungku.
“Sudahlah, Laras..harusnya kamu malah bersyukur punya wajah begini, yang lain aja kepingin tuh” jawab ibuku

Terjebak dan Macet





Masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati diri. Masa untuk menunjukkan ekstensi diri mereka dan identitas diri mereka.

‘Who am I ?’ Siapakah aku ???? Dimanakah aku ??? Dan mau kemana aku ??... Pertanyaan ini sangatlah klasik tapi menjadi sangat berarti dan bermakna bagi remaja yang mampu berfikir . Kadang – kadang semua hal keluar dari jangkuanku, tak peduli seberapa luas aku berfikir dan seberapa keras aku mencoba. Terkadang aku merasa di dalam suatu keterpurukan hingga aku harus berusaha bertahan untuk meraih kebahagiaan. Tapi dalam posisi tersebut nampaknya semua telah pergi meskipun aku terjatuh.

Senin, 21 September 2015

Duniaku Kini Berbeda



Kalau aku boleh memilih, aku ingin tetap disini. Di sini bersama kenangannya. Kenanganku dengannya. Aku tak ingin pergi dari masa laluku bersamanya. Bukan ingin terus tinggal dalam dunia yang tak nyata namun aku hanya ingin bahagia sementara karena usia yang hanya tinggal menjemput masa.
Selama Ia disini, aku merasakan ketenangan. Ketenangan jiwa yang tak mampu terwakili oleh apapun juga. Ia selalu berada di dekatku tanpa menampakkan wajah layu dan sendu. Ia justru memberikanku semangat hidup walaupun Ia tak memungkiri akan keadaanku.

Bahasa Kelabu Cowok



 Hasil gambar untuk coretan cerpen remaja
Hari yang begitu cerah dengan langit yang menampakkan kebahagiaan. Aktifitasku pun   berjalan begitu bersemangat dengan teman- temanku disekolah. Bercanda dan tertawa lepas  bersama , layaknya  orang hidup yang tak pernah punya masalah.

Namaku Elsa, aku kelas 2 SMA. Hari – hari kulalui dengan kebahagiaan bersama teman – temanku. Dan pastinya lebih bersemangat karena belakangan ini sedang dekat dengan salah satu teman sekolahku, tapi aku belum kenal lebih jauh dengannya. Namanya Risky. Beberapa hari belakangan ini aku sering berkomunikasi sampai larut malam, bahkan dini hari. Entah apa yang dibahas , aku pun juga tak tau. Apakah kamu datang memberi warna hidupk?? ataukah  cuma ingi menggoreskan luka?? Atau hanya membuat diriku terkesan  dengannya ?? atau entahlah aku gak mendalami tentang hal itu.

Coretan Hati

Aku tidak mengerti mengapa Allah bertahun tahun mengunci hatiku hanya untuk dilabuhkan pada hati cowok sepertimu, sosok laki yang begitu berbeda dari beberapa pria yang pernah kutemui sebelumnya.

Namun, aku percaya Tuhan selalu punya alasan termasuk mempertemukanku dengan dirimu seperti ini. Aku tahu tidak ada makhluk yang sempurna di dunia. Tidak aku, tidak juga kamu. Mungkin jika aku mau menemukan cowok yang lebih baik darimu, aku bisa!!! Tapi aku tidak mau lagi terlalu lama menghabiskan waktuku hanya untuk menemukan cowok  lain di luar sana. Aku tahu, kamu begitu berbeda. Kamu terlalu sibuk mementingkan duniamu sendiri. Kamu hampir tidak pernah ada di saat aku membutuhkan kehadiranmu.

Rabu, 16 September 2015

Pelangi Dibalik Hujan








HUJAN.  Apa yang ada dalam benakmu tentang hujan? Apakah hujan itu memberikan kebahagiaan? Kesedihan? Atau hujan adalah sesuatu yang dapat mewakili perasaan yang sulit untuk diungkapkan? Yah, mungkin sebagian besar menganggapnya sebagai perwakilan atas perasaan yang sulit diungkapkan. Apakah hujan itu menyenangkan? Yah, mungkin sebagian orang menganggapnya demikian. Tapi semuanya tentang hujan adalah satu kata yang sangat ku benci, dia tidak pernah memberikan kebahagiaan buatku bahkan setiap tetes hujan yang jatuh bagaikan panah dari langit yang menusuk-nusuk tubuhku.
Namaku adalah Tumini Nur Aisyah, biasa dipanggil dengan sebutan Mini.Hujan, dia merebut semua kebahagiaan yang ku miliki dan menjadikanku seperti ini. Dia tidak pernah mewakili perasaanku yang sulit untuk aku ungkapkan, mengapa ketika aku merasa senang hujan selalu saja datang menusukku seakan membenciku untuk merasakan kebahagiaan dalam kehidupanku. Hujan tidak pernah memberikanku kebahagiaan setetes pun saat dia turun, karena dia selalu membawaku ke masa lalu yang menyakitkan.

Senin, 14 September 2015

ilustrasiku

Jika perasaan mampu bersahabat dengan pikiran, mungkin perasaan tak kan pernah tesakiti oleh siapapun. Karena msih terdapat pemikiran untuk perasaan. Tapi, realitasnya pemikiran tidak lebih kuat dibandingkan dengan perasaan.