Hari yang
begitu cerah dengan langit yang menampakkan kebahagiaan. Aktifitasku pun berjalan begitu bersemangat dengan teman-
temanku disekolah. Bercanda dan tertawa lepas
bersama , layaknya orang hidup
yang tak pernah punya masalah.
Namaku Elsa,
aku kelas 2 SMA. Hari – hari kulalui dengan kebahagiaan bersama teman –
temanku. Dan pastinya lebih bersemangat karena belakangan ini sedang dekat
dengan salah satu teman sekolahku, tapi aku belum kenal lebih jauh dengannya.
Namanya Risky. Beberapa hari belakangan ini aku sering berkomunikasi sampai
larut malam, bahkan dini hari. Entah apa yang dibahas , aku pun juga tak tau.
Apakah kamu datang memberi warna hidupk?? ataukah cuma ingi menggoreskan luka?? Atau hanya
membuat diriku terkesan dengannya ??
atau entahlah aku gak mendalami tentang hal itu.
Di suatu
malam, saat aku sedang mengerjakan tugas
tiba-tiba ponselku berdering. Langsung saja kusambar dan aku sudah
mengira bahwa pesan singkat itu dari Risky. Tapi kali ini perasaanku biasa saja
dan ekspresi datar. Setelah kubuka, ternyata dugaanku benar, beberapa pesan
singkat dari Risky “Sa, aku
benar-benar yakin ingin mengenalmu lebih jauh, aku janji akan ngebahagiain
kamu. Aku ingin kamu jadi pacarku, aku akan njagain kamu, aku sayang sama kamu.
Kamu maukan jadi pacarku ??”.
Yaaaaaa,,,, begitulah bahasa lelaki yang sulit
diterjemahkan dan dibuktikan, layaknya busa sabun cuci, hehehe. Memang begitu
pencitraan para lelaki untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
Dengan santai kubalas sms itu,”Kamu
sehat kan ? gak salah ngomong kek gitu ?”.
Beberapa
saat kemudian Risky membalasnya “ Enggak sa, aku nggak salah kok. Aku memang yakin
denganmu, aku ingin kamu jadi pacarku. Aku sayang banget sama kamu, plis ya
kamu mau jadi pacarku? Aku mohon sa, aku butuh kamu.”
"Kalo emang kamu sudah yakin, aku gak mau ngecewain kamu, aku
egois, aku lebih mentingin teman dan sahabat daripada pacar. Apa kamu masih
tetap yakin pada pendirianmu??” Balasku singkat.
“Iya aku yakin, aku akan ngertiin kamu, aku juga gak bakal
kecewa kok. Aku janji akan bikin kamu bahagia dan sekarang gimana? Kamu maukan
saaa jadi pacarku ?”
Esok hari,
aku bercerita tentang kejadian semalam kepada teman-temanku disekolah, biasa
cewek selalu curhat. Akhirnya, aku menerima Risky mejadi pacarku atas
permintaan teman-temanku. Tapi perasaanku seakan datar biasa aja tanpa ada yang
istimewa sekalipun. Seiring berjalannya waktu, aku pun merasa sedikit nyaman bersamanya.
Tapi hari berubah menjadi kelabu setelah aku perlahan nyaman bersamanya. Dan ternyata,
Risky bermuka dua. Aaaaaaarrrrrrgggggghhhh,,!!!! dia menjalin hubungan
denganku, tapi disisi lain dia juga flashback dengan mantannya. Kenapa disaat perlahan aku mulai nyaman
bersamanya tapi kamu membuat skenario yang bebeda, batinku dalam hati.
Tanpa pikir panjang,
aku memutuskan untuk pergi dari Risky dan memulai melukis kebahagiaan lagi bersama
teman-temanku. Aku yakin aku dapat berdiri sendiri tanpanya dan aku yakin Allah
akan menggantikan dengan yang lebih baik. Dan tepatnya aku tidak begitu lama
menjalin hubungan dengan cowok berhidung
belang itu. Walaupun Risky sebenarnya tak rela dan masih tetap mempertahankan
hubungan ini, masa bodoo!! Aku tak kan menoleh kebelakang lagi.
Hingga sutatu
hari, Risky menemuiku dan berkata,” Saaaaa,,, maafin aku. Aku minta
maaf banget sama kamu, maafin aku yang telah ngecewain kamu, aku khilaf, kita bisa
kok memulai dari awal lagi. Aku mau kita flashback. Aku bener-bener minta maaf.
Saaaa,,aku mohon. Kasih kesempatan sekali lagi, aku mau ngerubah segalanya demi
kamu dan aku janji aku gak bakal ngecewain kmu untuk kedua kalinya lagi.”
“Aku juga bisa kok meminta maaf, seribu kalipun semua orang
juga bisa. Aku juga mau minta maaf, aku menjalin hubungan denganmu dulu hanya
karena aku khilaf!! Kamu pikir kamu powerrangers bisa berubah sewaktu-waktu??? Emang kamu mau minta kesempatan berapa kali
lagi??!! Aku sudah tau, semua itu hanya
pencitraanmu saja. Busa mulutmu itu lo kayak busa sabun cuci!! Aku bisa bahagia
kok tanpa kamu bahagiain!!”
Taapiii saaaa,,, akuuuuu,,,” jawab Risky dengan sangat memohon dan belum sempat selesai
ngomong langsung saja kusambar,” Truuss kenapa juga kamu selingkuh?? Padahal
setia lebih menantang loo!! Biar dipuji orang kalo punya cewek banyak ?? Haaaa???? Tindakan bodoh tau. Dan memberi kepercayaan
kembali itu tak semudah ngebalik telapak tangan. Sekarang, tak ada alasan lagi,
aku mau pergi. Aku akan ngelukis kebahagiaan sendiri tanpamu. Aku bisa berdiri
sendiri tanpa sandaran darimu. Kita jalani hidup masing-masing. Jangan lupa
bahagia!!!!!
Akupun langsung
pergi tanpa memperhatikan Risky. Dan aku memulai hari-hariku lagi. Dan pastinya
lebih semangat lagi.

0 komentar:
Posting Komentar