Senin, 21 September 2015

Coretan Hati

Aku tidak mengerti mengapa Allah bertahun tahun mengunci hatiku hanya untuk dilabuhkan pada hati cowok sepertimu, sosok laki yang begitu berbeda dari beberapa pria yang pernah kutemui sebelumnya.

Namun, aku percaya Tuhan selalu punya alasan termasuk mempertemukanku dengan dirimu seperti ini. Aku tahu tidak ada makhluk yang sempurna di dunia. Tidak aku, tidak juga kamu. Mungkin jika aku mau menemukan cowok yang lebih baik darimu, aku bisa!!! Tapi aku tidak mau lagi terlalu lama menghabiskan waktuku hanya untuk menemukan cowok  lain di luar sana. Aku tahu, kamu begitu berbeda. Kamu terlalu sibuk mementingkan duniamu sendiri. Kamu hampir tidak pernah ada di saat aku membutuhkan kehadiranmu.

Kamu sering membiarkanku berjalan seorang diri. Sampai rasanya aku lelah untuk berjalan sendiri sayang!!!!. Kamu seringkali membuatku merasa sepi di tengah keramaian. Hingga aku berfikir aku benar – benar sendiri tanpa seorang pasangan layaknya remaja pada umumnya. Kamu bahkan sering lupa bahwa ada aku di sini yang sering kali rela menahan kantuk hingga larut malam hanya untuk menunggu kabar darimu.

Terkadang kamu bahkan terasa begitu asing bagiku. Sejujurnya aku rindu dengan kita yang dulu. Aku ingin seperti mereka. Berjalan bersisian sambil melepas tawa riang bersama, menghabiskan waktu berdua lebih banyak. Mungkin sekarang itu hanyalah imajinasiku saja, tak lebih.

Aku bahkan merindukan aku yang dulu. Tapi aku bisa apa ? Kamu bukanlah mereka. Aku juga bukan Allah yang bisa semaunya merubah dan mengaturmu. Dan aku juga bukan pemecah kode yang selau mengerti apa maksudmu. Aku memang tidak terlihat bahagia seperti mereka. Tapi aku percaya, aku memiliki yang mereka tidak miliki. Dan kamulah cowok ke-tiga yang paling aku cintai setelah ayah dan saudara laki lakiku.

Tidak ada makhluk Allah yang sempurna. Tidak kamu, tidak juga aku. Masih banyak di luar sana yang jauh lebih baik dariku entah fisiknya, entah kepribadiannya, entah kecerdasannya, entah ketaatannya pada agama dan kelebihan yang lainnya. Tapi aku akan selalu merasa sempurna setiap kali kamu ada di sisiku. Masih banyak yang jauh lebih baik dariku.Tapi dapat kupastikan, akulah wanita ke-tiga yang paling mencintaimu setelah ibumu dan saudara perempuanmu.

Terkadang coretan ini memang benar “Seindah apapun huruf terukir, dapatkah bermakna jika tak ada jeda ? Dapatkah dimengerti meski tak ada spasi ?” Terkadang kita memang membutuhkan jeda dan spasi untuk memaknai rindu dan setiap pertemuan. Tapi jika terlalu banyak jeda dan spasi, apakah justru malah memperburuk keadaan ?

Rasa bisa berubah bahkan menghilang ketika dibiasakan untuk terlalu biasa, juga ketika tak pernah dijaga. Sama halnya seperti setangkai bunga, bukankah ia akan melayu dan mati jika terus - terusan diabaikan oleh pemiliknya ? Terkadang aku iri pada mereka. Terkadang aku lelah dengan semua ini. Dan aku rindu hal hal yang pernah aku dapatkan.

Jangankan untuk bersandar di bahumu, bertemu denganmu saja aku harus sangat bersabar menunggu waktu berpihak. Aku benci ketika harus menyimpan rindu ini dalam dalam sendirian. Aku benci ketika kita seolah saling tak peduli padahal kita saling membutuhkan. Aku tahu, menjalani ini semua memang tidak semudah yang pernah aku bayangkan. Aku mungkin masih harus banyak belajar. Aku bahkan tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan untukmu. Entah kapan aku akan berhenti bertahan, hingga aku benar-benar lelah atau hingga kamu yang berubah ?

Sering kali aku merasa lelah. Aku lelah menghitung setiap detik jarum jam. Aku lelah memandangi angka pada kalender. Aku bahkan lelah menanti dari hari ke hari hanya untuk menunggu kabar darimu. Aku lelah menjadi patung hidup seperti ini. Hanya untuk menerka nerka kapan waktu akan berpihak padaku. Hingga waktu mempertemukan kita. Aku lelah dengan keadaan. Tapi cinta hampir selalu menjadi alasan untuk memaafkan. Dan ketika setiap kali aku kecewa, tidak ada rasa yang berkurang. Selama bisa kujaga, akan terus kujaga. Hanya saja ada satu hal yang aku takutkan.

Ketika kamu membuatku terus terbiasa tanpa kabar dan perhatian darimu, aku takut rasa ini menjadi semakin biasa dan lama kelamaan semuanya hampa tak tersisa. Mungkin seiring berjalannya waktu aku akan terbiasa tanpamu. Sama halnya ketika aku takut rasa di hatimu perlahan lahan hilang. Bahkan, aku tidak pernah tahu sedalam apa kamu mencintaiku saat ini dan seberapa penting aku untukmu :”Tapi akan kupastikan, selama kamu mau berjuang bersamaku, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Selama kamu masih meletakkan hatimu padaku dan sedikit merubah kebiasaanmu. Aku selalu berusaha akan tetap ada untukmu.

Sebab, yang kutahu cinta adalah tentang saling. Saling mendoakan, saling menjaga, saling mengerti, saling peduli, saling mencintai dan yang terpenting adalah saling memperjuangkan. Bukan tentang yang hanya berjuang sendirian. Aku tidak akan bertahan terlalu lama bila tak juga teryakinkan olehmu.

I promise to never leave if you promise to stay and make some efforts.

 

0 komentar:

Posting Komentar