skip to main |
skip to sidebar

Aku tidak mengerti
mengapa Allah bertahun tahun mengunci hatiku hanya untuk dilabuhkan pada hati
cowok sepertimu, sosok laki yang begitu berbeda dari beberapa pria yang pernah
kutemui sebelumnya.
Namun, aku percaya Tuhan
selalu punya alasan termasuk mempertemukanku dengan dirimu seperti ini. Aku
tahu tidak ada makhluk yang sempurna di dunia. Tidak aku, tidak juga kamu. Mungkin
jika aku mau menemukan cowok yang lebih baik darimu, aku bisa!!! Tapi aku tidak
mau lagi terlalu lama menghabiskan waktuku hanya untuk menemukan cowok lain di luar sana. Aku tahu, kamu begitu
berbeda. Kamu terlalu sibuk mementingkan duniamu sendiri. Kamu hampir tidak
pernah ada di saat aku membutuhkan kehadiranmu.
Kamu sering membiarkanku
berjalan seorang diri. Sampai rasanya aku lelah untuk berjalan sendiri sayang!!!!.
Kamu seringkali membuatku merasa sepi di tengah keramaian. Hingga aku berfikir
aku benar – benar sendiri tanpa seorang pasangan layaknya remaja pada
umumnya. Kamu bahkan sering lupa bahwa ada aku di sini yang sering kali rela
menahan kantuk hingga larut malam hanya untuk menunggu kabar darimu.
Terkadang kamu bahkan
terasa begitu asing bagiku. Sejujurnya aku rindu dengan kita yang dulu. Aku
ingin seperti mereka. Berjalan bersisian sambil melepas tawa riang bersama,
menghabiskan waktu berdua lebih banyak. Mungkin sekarang itu hanyalah
imajinasiku saja, tak lebih.
Aku bahkan merindukan aku
yang dulu. Tapi aku bisa apa ? Kamu bukanlah mereka. Aku juga bukan Allah yang bisa semaunya merubah dan
mengaturmu. Dan aku juga bukan pemecah kode yang selau mengerti apa maksudmu. Aku
memang tidak terlihat bahagia seperti mereka. Tapi aku percaya, aku memiliki
yang mereka tidak miliki. Dan kamulah cowok ke-tiga yang paling aku cintai
setelah ayah dan saudara laki lakiku.
Tidak ada makhluk Allah
yang sempurna. Tidak kamu, tidak juga aku. Masih banyak di luar sana yang jauh
lebih baik dariku entah fisiknya, entah kepribadiannya, entah kecerdasannya, entah ketaatannya pada
agama dan kelebihan yang lainnya. Tapi aku akan selalu merasa sempurna setiap
kali kamu ada di sisiku. Masih banyak yang jauh lebih baik dariku.Tapi dapat
kupastikan, akulah wanita ke-tiga yang paling mencintaimu setelah ibumu dan saudara perempuanmu.
Terkadang coretan ini
memang benar “Seindah apapun huruf terukir, dapatkah bermakna jika tak ada
jeda ? Dapatkah dimengerti meski tak ada spasi ?” Terkadang kita memang
membutuhkan jeda dan spasi untuk memaknai rindu dan setiap pertemuan. Tapi jika
terlalu banyak jeda dan spasi, apakah justru malah memperburuk keadaan ?
Rasa bisa berubah bahkan
menghilang ketika dibiasakan untuk terlalu biasa, juga ketika tak pernah dijaga.
Sama halnya seperti setangkai bunga, bukankah ia akan melayu dan mati jika
terus - terusan diabaikan oleh pemiliknya ? Terkadang aku iri pada
mereka. Terkadang aku lelah dengan semua ini. Dan aku rindu hal hal yang pernah
aku dapatkan.
Jangankan untuk bersandar
di bahumu, bertemu denganmu saja aku harus sangat bersabar menunggu waktu
berpihak. Aku benci ketika harus menyimpan rindu ini dalam dalam sendirian. Aku
benci ketika kita seolah saling tak peduli padahal kita saling membutuhkan. Aku
tahu, menjalani ini semua memang tidak semudah yang pernah aku bayangkan. Aku
mungkin masih harus banyak belajar. Aku bahkan tidak tahu sampai kapan aku bisa
bertahan untukmu. Entah kapan aku akan berhenti bertahan, hingga aku
benar-benar lelah atau hingga kamu yang berubah ?
Sering kali aku merasa
lelah. Aku lelah menghitung setiap detik jarum jam. Aku lelah memandangi angka
pada kalender. Aku bahkan lelah menanti dari hari ke hari hanya untuk menunggu
kabar darimu. Aku lelah menjadi patung hidup seperti ini. Hanya untuk menerka
nerka kapan waktu akan berpihak padaku. Hingga waktu mempertemukan kita. Aku
lelah dengan keadaan. Tapi cinta hampir selalu menjadi alasan untuk memaafkan. Dan
ketika setiap kali aku kecewa, tidak ada rasa yang berkurang. Selama bisa
kujaga, akan terus kujaga. Hanya saja ada satu hal yang aku takutkan.
Ketika kamu membuatku
terus terbiasa tanpa kabar dan perhatian darimu, aku takut rasa ini menjadi
semakin biasa dan lama kelamaan semuanya hampa tak tersisa. Mungkin seiring
berjalannya waktu aku akan terbiasa tanpamu. Sama halnya ketika aku takut rasa
di hatimu perlahan lahan hilang. Bahkan, aku tidak pernah tahu sedalam apa kamu
mencintaiku saat ini dan seberapa penting aku untukmu :”Tapi akan kupastikan,
selama kamu mau berjuang bersamaku, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Selama
kamu masih meletakkan hatimu padaku dan sedikit merubah kebiasaanmu. Aku selalu
berusaha akan tetap ada untukmu.
Sebab, yang kutahu cinta
adalah tentang saling. Saling mendoakan, saling menjaga, saling mengerti,
saling peduli, saling mencintai dan yang terpenting adalah saling
memperjuangkan. Bukan tentang yang hanya berjuang sendirian. Aku tidak akan
bertahan terlalu lama bila tak juga teryakinkan olehmu.
I promise to never leave
if you promise to stay and make some efforts.
0 komentar:
Posting Komentar